Jangan Berdoa Minta Jabatan

PURBALINGGA, HUMAS – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Rochiman SAg MAg mengimbau umat muslim khususnya para Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tidak berdoa meminta jabatan. Apalagi jika menyebutkan jabatan itu secara spesifik, misal minta menjadi kepala instansi tertentu.

“Bisa jadi, jabatan itu sebenarnya tidak baik untuk dia. Nanti dia akan menyesal, karena bisa jadi jabatan yang dimintanya itu justru akan menggelincirkan dia berbuat dosa,” ujarnya saat memberikan Tausiyah Bakda Dzuhur di Mushola Setda Purbalingga, Rabu (31/7).

Rochiman juga menyampaikan sebaiknya ketika berdoa kepada Allah SWT, mintalah diberi yang terbaik. Karena Allah paling tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.

“Misalkan ternyata kehidupan yang serba sederhana itu yang terbaik untuk kita. Karena dengan hidup sederhana hati kita justru lebih tenang. Atau tidak mendapatkan jabatan justru yang terbaik karena dengan itu kita lebih banyak berkumpul dengan keluarga. Janagn mendikte Allah, karena Allahlah yang Maha Tahu,” tegasnya di depan para pejabat dan staf yang telah mengikuti sholat dzuhur berjamaah.

Tapi, lanjut dia, bisa jadi menjadi seorang pejabat tinggi atau menduduki posisi startegis lain menjadi yang terbaik menurut Allah. Karena mungkin, hamba yang diberikan kesempatan itu menurut Allah akan menjadi seorang yang amanah.

“Kita seringkali berdoa menuntut ini dan menuntut itu, Kita tidak pernah berpikir sebenarnya Allah itu menginginkan apa dari kita. Maka sering-seringlah memanfaatkan sepertiga malam terakhir itu untuk qiyamul lail atau sholat malam. Jadikan sholat malam itu sebagai ajang meditasi,” ungkapnya.

Lailatul Qodar

Menurut Rochiman di 10 hari terakhir ini seharusnya umat muslim lebih mengecangkan ikat pinggang atau makan sedikit agar tak mudah mengantuk. Sedikit tidur dan memperbanyak tilawah Qur’an dan mentadaburinya.

“Kita harusnya berharap di 10 hari terakhir ini akan mendapatkan lailatul qodar. Mengutip tulisan ulama ternama Quraisy Shihab, esensi lailatul qodar itu ketika kita mencapai derajat taqwa sehingga lebih bersemangat menjadi lebih baik dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Kenyataannya, memasuki 10 hari terakhir umumnya umat muslim justru disibukkan oleh masalah duniawi. Ada yang sibuk berbelanja baju lebaran, memborong kue atau membuat kue-kue lebaran, ada juga yang sibuk menjadi musafir mudik ke kampung halaman. (humas/cie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *